Jombang – Seminar Turots Internasional bertajuk Khidmah Turots dan Keberlangsungan Estafet Keilmuan Ulama Nusantara akan digelar pada 30 Agustus 2026 di MAN 3 Jombang, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Turots di Muktamar yang diselenggarakan pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang.
Seminar tersebut dihadirkan dalam bentuk forum akademik dan keilmuan untuk mengkaji kekayaan khazanah intelektual ulama Nusantara serta potensi pengembangannya bagi pendidikan skala nasional dan internasional.
Narasumber yang telah konfirmasi hadir adalah: Prof. Brian Yuliarto, Syekh Mu’taz al-Subayni, Syekh Muhammad Syadi Arbasy, Prof. Oman Fathurrahman, Prof Islah Gusmian dan Prof. Faisol Fatawi.

Mengangkat Khazanah Keilmuan Ulama Nusantara
Seperti yang telah diketahui bersama, bahwa Turots ulama Nusantara memiliki khazanah yang luas, mulai dari tafsir, hadis, fikih, akidah, tasawuf, hingga berbagai karya keislaman yang lahir dari tradisi pesantren.
Melalui seminar internasional ini, diharapkan tidak hanya membahas dari perspektif pendekatan sejarah saja, tetapi juga perspektif lain sehingga menjadi sumber pengetahuan bagi penelitian, pendidikan, dan penguatan identitas keislaman masyarakat Indonesia.
Tema Khidmah Turots dan Keberlangsungan Estafet Keilmuan Ulama Nusantara menegaskan betapa pentingnya upaya berkhidmah dalam bentuk kajian, penelitian karya-karya ulama terdahulu melalui pendekatan disiplin ilmu yang berbeda.
Oleh karena itu, pada sesi panel pertama akan diisi oleh Profesor Brian untuk memaparkan bagaimana turots dalam lingkungan akademik, lalu Syekh Mu’taz berbicara tentang Sejarah Turots di Nusantara pra Walisongo, dan Syekh Syadi tentang internasionalisasi turots ulama Nusantara. Sesi ini diperlukan agar karya intelektual ulama dapat dipahami dengan baik oleh generasi muda serta dikaji dengan pendekatan akademik yang komprehensif.
Seminar Turots Internasional diharapkan menjadi ruang dialog bagi para mahasantri dari Ma’had Aly, akademisi, peneliti, dan pemerhati sejarah Islam Nusantara sehingga dapat menjawab tantangan pendidikan, moderasi beragama, dan perkembangan masyarakat modern.