Artikel Berita Tahqiq

Daurah Tahqiq Kitab Muassis NU Siap Digelar di PP. Hidayatul Quran Peterongan Jombang

0
Please log in or register to do it.

Jombang — Rangkaian kegiatan Nahdlatut Turots dalam per Muktamar NU ke 35 di Tambakberas Jombang yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 akan diisi dengan Daurah Tahqiq Kitab Muassis NU pada 28–29 Agustus 2026 yang bertempat di PP. Hidayatul Qur’an Darul Ulum Peterongan, Jombang.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran dan pendalaman tradisi tahqiq atau verifikasi teks kitab turats, terutama yang berkaitan dengan karya-karya para muassis Nahdlatul Ulama.

Silahkan daftarkan melalui gform https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfy0RBTTTRiCHiGCO1SKCpmc6wkZe5Zg0dXHudMpkPoYHz1RQ/viewform?pli=1

Melalui daurah ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman metodologis yang lebih kuat dalam membaca, menelaah, dan memeriksa naskah secara ilmiah serta bertanggung jawab.

Penyelenggara membatasi jumlah peserta dan hanya membuka kesempatan bagi pendaftar yang lolos seleksi.

Pendaftaran dilakukan melalui tautan yang tercantum pada materi publikasi resmi dan ditutup pada 12 Agustus 2026. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui narahubung +62 877-3638-4457.

Adapun materi daurah akan disampaikan oleh empat pemateri tahqiq, yakni Lora Khalilurrahman, Mas Azro Chalim, Mas Abdurrahman Hammad, dan Lora Nur Alam.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dalam format empat jalsah.

Kegiatan tahqiq turots kitab balaghah karya KH. Abd Hamid Pasuruan

Pada jalsah pertama, peserta akan menerima pemaparan dari musyrif tahqiq mengenai persiapan dalam mentahqiq kitab.

Jalsah kedua dan ketiga difokuskan pada praktik tahqiq dengan pengawasan langsung Musyrif.

Sementara itu, jalsah terakhir menjadi tahap akhir berupa finishing, koreksi, dan verifikasi naskah kitab yang telah ditahqiq.

Melalui metode berjenjang tersebut, kitab yang dihasilkan diharapkan memiliki tingkat ketelitian tinggi dan meminimalkan kesalahan yang kerap muncul dalam proses penerbitan.

Proses tahqiq juga dilakukan secara berkelompok sebagai bentuk kesungguhan ilmiah dalam menjaga akurasi teks warisan ulama.

Menghidupkan Kembali Turats Ulama Nusantara Melalui Daurah Tahqiq

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *